Akhirnya, menikah juga.

10 hari sudah di tanah garam, dan ternyata ngga ngapa-ngapain, selain pekerjaan domestik seperti  menyapu halaman, masak, mencuci, repeat. Aku tidak melakukan hal lain, memang pada dasarnya aku adalah pemalas ulung, jadi gini deh. Selebihnya rebahan sembari maraton Hospital Playlist, lucu dan uwu.

Setelah acara resepsi yang dikemas dengan sedemikian khasnya, aku merasa ada sesuatu yang baru. Sebab, aku hanya manut, dan tidak berani mengungkapkan apapun. Ada yang kujunjung tinggi ternyata, bukan kepala tapi... ingat pepatah ini? "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung" dimanapun aku berada, mau tak mau aku harus mengikuti budayanya, dan makan menu makanannya.

Ini juga hari kesekian kami unjung-unjung (silaturahmi), mengunjungi sanak famili, juga ke makam yang ada di setiap ruma yang kami jujugi. Tiap kali tiba di ruma yang kami tuju, tidak satupun yang menyambut kami dengan bahasa indonesia, yaaaak, semua berbahasa Madura. Sampai pada hari ini aku belum paham, dan seringkali ketawa aja gitu, lucu. Tapi, ya,  rasanya, semua doanya sama "menjadi keluarga yang baik". Sungguh, ini menjadi aamiin paling dalam untukku, selain kaya raya. Hua hahahahahahahhahahaha

Pernikahan yang tidak pernah kubayangkan akan seperti apa, ternyata begini lho. Tidak butuh waktu lama, pertengkaran kerap kali terjadi. Aku dan Arinal harus saling berkompromi atas segala permasalahan yang aku ciptakan, kenapa aku, yaaa karena aku paling banyak bermasalah. Heu heu heu

Sepele si, semacam ngomel persoalan baju yang ngga serasi, sukanya dibercandain tapi ngambek, tetiba malas ngomong, suka sebel kalo di prospek dan kadang juga sebel gegara  dipanggil ngga age-age ngerespon. Semoga cuma itu, ya, masalahnya. Aamiin.


Menikah pada 08 Agustus 2021, aku tidak pernah tahu harus bagaimana dan apa. Sejauh ini, semua terasa menyenangkan, menyedihkan dan mengharu biru. Betapa tidak, ada manusia lain yang kubawa dalam kehidupanku. Menyamakan persepsi, menyukai hal-hal sukar yang ada pada Arinal, dan satu lagi, secara ngga sadar, aku mulai khawatir soal bagaimana Arinal harus hidup dengan baik.

Life is choise, and this true. Menyepakati, berdamai dan menerima apa yang sudah aku pilih, juga bukan hal mudah sejauh ini, lebih banyak ragunya. Bismillah, aku selalu bilang kepada diriku sendiri "be better, jadilah manusia baru disetiap hari". Dan kadang, berkali-kali juga aku bilang "yaudahlah yaaa" šŸ¤£

Malam ini berteman dengan kucing, karena Arinal sedang kencan bersama kawan-kawannya untuk menyelesaikan sebuah misi. Agak sedih, sudah tidak punya kuota, ngga bisa njajan karena tempatnya jauh, dan yaudah balik rebahan sembari meratapi kangen.

Akhirnya, nulis juga. Selanjutnya, akan kuceritakan kembali.

Gais, menikahlah kalo udah siap yaaa... Ngga usah grasa-grusu, selesein dulu urusan gampang ngambekannya. Hi hi hi


Komentar

Postingan Populer