Sungguh gurih, bersama Diana part 1

Setelah menyeruput minuman yang kami pesan, obrolan pun dimulai. Yaa, dari tadi udah ngobrol siii, tapi kami sibuk dengan gawai masing-masing.
Obrolan kali ini random sekali, tapi ada yang menarik.

Begini, "Banyak dari kita, senangnya menerka sesuatu yang belum benar adanya, akhirnya suudzon menjadi pilihan terbaik" ah, suka begitu emang.

Dah, yang paling bener yaaa gosipin Billie, Cooper, Blad dan Shasha yang relate banget sama kehidupan. Sungguh obrolan yang renyah, belum lagi menghadapi kenyataan tingkah pola anak abege hari ini.

Mampush deh, punyak anak ngga lu? Nikah ngga lu? Menjadi pertanyaan yang kami ulangi setiap kali bertemu.

Yang paling menegangkan setelah itu adalah, sok-sokan ngga nyalain mesin dan ngga age-age ngerem. Beruntung gak ditempong jin, bayangkan sepanjang jalan, aku teriak-teriak. Pertama karena takut, kedua sedikit melepas stres. Tapi setelahnya, aku tetap stres. Wkwkkwkwk

Ini kali kesekian kami pergi ngga jelas dan tentu, tidak mandi. Hari ini kami ditolak bapak penjaga Jagir, yaaa ngga apa-apa. Kemi menyadari, udah tau PPKKM, malah ngayap.


Yaudah ngga apa-apa, yang penting kami senang. Wkkwkw
Sehat selalu yaaa Di, inget kita belum ke Jogja membawa ranti untuk mba Kalis. Lafyuuu, to the moon and back.



Komentar

Postingan Populer