Everything will be alright, jarene.




"Ngga nyangka udah sampe sini, Terima kasih ya Woh." aku kepada diriku sendiri.

Pada akhirnya semua harus memutuskan pilihannya masing-masing, dari senang, B aja, hingga enegh. Lalu, beberapa dari pembuat keputusan ini merasa kurang tepat atas pilihannya. Padahal, setiap manusia cenderung berubah-ubah hati dan pikirannya. Dan itu adalah hal yang wajar, dan tergantung bagaimana manusianya mempertahankan keputusan tersebut.

Benar, penyesalan itu dibelakang, kalau didepan namanya pendaftaran. Dan aku belum pernah menyesal atas apa yg aku putuskan akhir-akhir ini, yaaa walaupun kadang pingin ke Wakanda ajaaaaa :)

chill, everything will be alright, all is well dan satu lagi, insyaAllah Yusrun adalah kalimat cinta yang datang bertubi-tubi untuk memberi support agar kewarasan tetap berpihak kepadaku. Ndilalah all away is easy, alhamdulillahirabbil alamiin...

Tiga hari kemudian...

Menjelang berdua, aku dan Arinal berjarak cukup jauh. Arinal sedang berada di kota entah berantah saat ini dan entah kapan balik ke rumanya, lho kok entah siiiiiii, iyaaa doi belum kasih tahu mau pulang kapan. Its okay, lumayan buat nambah percakapan di pelaminan. Eheee

Sejak tanggal pernikahan ditetapkan, kami lebih sering berkomunikasi, apapun yang kami rasa itu adalah tanggung jawab kami. Tapi ternyata aku disini benar-benar mengurusnya sendiri, dari pesan weraket untuk acara pernikahan hingga administrasi pernikahan. Arinal kemana? Cari peh sembari puyeng dipikir sendiri. Wkwkwkkwkwkwk

Lagi, terima kasih Chagiaaa. dan aku, yang mau mondar mandir sambil sambat ke Arinal "aku capek, mau nikah ajaaaa" dan ternyataaaaaaaaa pra menikah aja udah capek, apalagi nanti setelah menikah. Haaaaaash.

And then, im so afraid...

Melihat kenyataan hari ini, rasanya ingin sekali di cancel sampai semua benar-benar membaik, sedih banget... 
Lagi, support systemku yang mampu mengalahkan segala ragu dan takut ini. memang benar, tak ada yang benar-benar Everything will be alright. Dan ini kenyataan yang harus dihadapi, "yaa Allah mudahkan, dan buat hati ini menerima apapun yang sudah Engkau tetapkan." Pintaku lirih, agar semesta turut mengamini.

Melanjutkan tulisan ini dengan mata berkaca-kaca, aku butuh orang terdekatku, tapi mereka semua jauh. Yaudah lah yaaa, feeling blessed besok akan datang bersamaan dengan doa dari Kyai.


Bismillah,

Hamdalah masih diberi kesehatan yang luar biasa. Lalu senang melihat gambar lama ini, dan tentu, ini juga berkat doa-doa yang selalu dipanjatkan. Dan untuk yang membaca ini, sehat selalu dan terima kasih atas doanya :)

Sehat-sehat, sampai kamu benar-benar merasa CUAAAAAPEEEK.

Komentar

Postingan Populer