Kawan Puan dan ceritanya~

Malam itu kami berkunjung untuk menghabiskan makanan di rumah Kak Ira, tidak hanya sekadar mengunyah makanan, ternyata kami selalu memiliki quality time untuk membahas segala hal. Termasuk menggagas eh kok menggagas si, menginisiasi Kawan Puan. Heuheu



Kawan puan ini, bermaksud untuk memberi ruang bagi perempuan yg ingin bercerita, saling support sesama perempuan dan menebarkan energi positif untuk perempuan lainnya, satulagi, tidak saling menghakimi.

Awalnya agak gimana gitu, ada yg gabung gak yaaa, akhirnya kami memutuskan untuk menggandeng orang-orang terdekat kami. Dan ternyata pas hari H, banyak yg gabung dong. Menyenangkan sekali, lagi, ini bukan soal berapa banyak yg datang, tapi, begitu banyak cerita menarik yg sebelumnya tidak pernah saya dengar.

Perempuan dengan segala ceritanya yg cukup kompleks.

Duduk melingkar, cookies yg enak dan perbincangan yg hangat.

Kami ditemani Buk Nina, seorang Psikolog yg membantu saya dan kawan lainnya mendefinisikan apa yg telah kami gambar, membicarakan soal kesehatan mental. 

Saya sedikit ingin berbagi, begini kata Buk Nina,
1. Kesehatan mental itu emosi positif dan negatif seimbang, tergantung kondisi
2. Kesehatan mental itu terkait dengan pemetaan diri
3. Kultur yg tidak kita pahami (melihat diri lebih dalam dan mampu mendefinisikan diri sendiri)

Hmm, rasanya ingin saya tulis semua yg Buk Nina katakan. Apa yg saya dengar dengan seksama, haru dan senangnya menular. Sayangnya, saya malas. Wkwkwkwkwk

Dalam pertemuan kali ini, tidak semua yg kami ceritakan ada jawaban dan solusinya. Tapi, "setidaknya dengan bercerita, 50% permasalahan terselesaikan" Kak Ira jegigis.

Senangnya, bisa menjadi bagian Kawan Puan yg luar biasa. Besok kita ulangi, semoga semua sehat dan berkesempatan hadir bertemu dengan lebih banyak lagi perempuan untuk saling menguatkan.


Terima kasih, Kak Ira, Diana, Fiya dan saya. Sudah mau mengusahakan pertemuan menyenangkan seperti ini. Usia dewasa awal dan dewasa akhir ini seringkali dipertanyakan "sudah ngasih apa, untuk hidupmu sendiri?" Chuaaaakzzzz

"Masa kini, di samping sekian banyak pandangan negatif masa lampau yg masih beredar di masyarakat, banyak juga ungkapan baru yg terdengar jelas atau sayup-sayup yg melecehkan perempuan" Perempuan hal. 60

Perempuan, selalu menjadi perbincangan yg cihuy, bagi laki-laki maupun sesama perempuan lainnya.





Komentar

Postingan Populer