Ada hal baru dalam hidupku~

Selamat Hari Santri Nasional, teman-teman.

"Santri bukan yang mondok saja, tapi siapapun yang berakhlak santri yang tawadlu' kepada gusti Allah, tawadlu' kepada orang-orang alim kalian namanya santri" Gus Mus~


quote ini, self reminder banget buat aku yang ethok-ethoke mondok. Astaghfirullah...

Benar saja, penyesalan selalu datang setelah kita merasakan hal yg ngga biasa. 

Akhir-akhir ini sempat kesal dg diri yg semakin ngga tau diri ini. Kenapa dulu ngga pinter? Kenapa dulu ngga suka belajar? Dan kenapa-kenapa lainnya, yg hanya bisa ku jawab " yaudahlah yaa, yok di ulangi, yok bisa" hanya jawaban itu yg cukup untuk saat ini.

Dalam rangka hari santri ini, aku mau sedikit cerita.

Memasuki bulan ketiga, aku punya murid yg tanpa kupinta mereka datang kerumah dan ingin belajar. Iyaa, belajar. Belajarnya banyak, belajar ngaji, bawa pr, dan membawa cerita yg menggemaskan. Dan itu bukan hal biasa buat aku 😭😭😭


Toloooong, selain matematika, aku juga ga tau harus berbuat apa ketika Batita pada ribut. Aaaaaaaaa tidaaaaaak apa iniiiiii. Aku cuma melongo, dan keukeul ga mari-mari. Ya Allah...



Harusnya kan biasa, dengan alasan aku sudah cukup memiliki pengalaman mengajar. Iyaa siii, tapi kan ini beda. Muridku rata-rata usianya 11 sampai 18 tahun, dan hari ini kedatangan murid usia 2,5 tahun. Ini hal baru dalam hidupku, dan cukup menyenangkan.



Kelakuan random mereka kadang buat aku gumush, apalagi kalau sudah waktunya baca doa-doa. Haduuuh, jiwa ke ibuanku meronta-ronta. Wkwkwkwk

Selain mereka, Fahri juga membawa temannya datang kerumah dan ikut belajar. Gaduh, serius, dan sesekali aku menjadi bagian teman bercanda mereka.

Selepas maghrib mereka sudah panggil-panggil "Tante, tante... tee, aku datang" lalu disusul beberapa anak lainnya.

Rasanya senang, tapi seneb. Aku ga tau harus apakan mereka, kadang kujuga minta solusi dg teman guru. Mayaaang, lekas datang dan bantu aku. Ini mimpi kita bersama.

Benar, tak ada kata berhenti untuk belajar. Dan lagi sebagai mausia yg tak pernah puas, aku selalu merasa bodoh dan malas.

Walaupun ini adalah Hal baru, aku tetap memberi apa yg kupunya walaupin sedikit. Tak ada paksaan selama mereka ingin terus belajar, mengamati mereka, belajar dari mereka. Dan ternyata menyenangkan.

Seperti halnya anak-anak, kubiarkan mereka belajar dengan riang gembira dan nyaman. Mana yg boleh,  tidak boleh , saling menyayangi, dan sabar, tetap menjadi hal yg kudu kuajarkan.




Dear yg masih belajar di pondok, semangat!

*selamat merayakan Maulid Nabi, teman-teman. Ada banyak hal yg dapat kita pelajari dari Rosulullah, salah satunya adalah saling menyayangi dan berbudi pekerti.




Komentar

Postingan Populer