Satu persatu, pesanku terbalas. Uwu~

 "Lho, kok ngga uploud momen bahagianya di medsos" pesan ini datang silih berganti, dan aku cuma ketawa aja, sembari membalas, "doanya yaaa"


Teman-temanku yg berbahagia, thanks for caring and wishes.

Sungguh, aku senang dan terharu sekali ketika Arinal bilang "Woh, sabtu bulan depan aku mau ke Banyuwangi". Dan aku tidak pernah tahu, harus apa dan bagaimana. Sebab yg datang bukan hanya dia, tapi bersama keluarganya. Keluarganya Gaiiss. Uw


Mengingat hubungan kami yg semakin embuh kala itu, aku menikmatinya dengan namaste. Tapi ya, tetap punya deadline dong. Jika sampai waktunya tiba, dan Arinal belum juga memberi kejelasan. Yo wassalam. Wkwkwk


Banyak hal yg tidak harus kuberitahukan tentang hubunganku di media sosial, termasuk kepada kalian. iyakan? Really i want to have something of quality in my life, yg perlu kalian tahu hanyalah, aku sehat dan bahagia. Udah itu aja, eh ngga ding. Wkwkwk


Karena banyak yg tidak menyangka aku punya hubungan sama Arinal, dan akhirnya mereka menerka "Waaah, mengikuti jejak Rey dan Dinda niih". Heeeeeeeeeeeyyyyyyyy, aku rodok gimana gituu. Akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan sedikit perjalanan kami yang tidak biasa-biasa saja.


Seperti perjalanan asmara pada umumnya, aku juga mengalami hal yg tidak menyenangkan, tapi selalu bisa memperbaiki dan mempertahankan. Pokok lak wes yakin, kek apapun, susah banget buat berpaling. eaaaaaa. Semoga tidak hanya untuk saat ini, tapi sampai nanti, Aamiin.

Aku yang tidak romantis dan tak pandai berkomunikasi ini, selalu menyelesaikan keresahan dengan "YAUDAH LAH YAA" males ribut, beruntung Arinal orangnya sabar (atau jangan-jangan gak peduli). Wkwkwkwkw

Kami LDR hingga saat ini (4 tahun keknya), tanpa kesepakatan apapun, kami juga selalu bertemu setiap tahunnya. Walaupun hanya 3 sampai 4 hari, tapi sudah cukup untuk melepas rindu. Eheee


Aku selalu senang membicarakan Arinal, tentang yg baik-baik atau yg noying sekalipun. Dan tentu, bicaranya dg kawan-kawanku yg memberi respon positive. Tapiii, ternyata tidak semua kawanku menerima Arinal, ada yg memintaku untuk menyudahi dan bilang aku adalah batu loncatan. Heuheu.


Ada Doa yg tetap.

Walau malas sholat malam, aku selalu memanjatkan doa yg sama. Doa itu ada sejak aku rasa Arinal bakal jadi yg terakhir, tapi ternyata tidak untuk waktu itu :(. Aku yg hampir saja menerima orang lain, dan tahu bahwa Arinal juga memiliki seorang kekasih, tak sedikitpun doa itu berubah.

Terima kasih aku, sudah percaya penuh dengan Tuhan. Semoga tak ada yg berubah, takdir baik dan harapan baiknya.


Arinal lebih muda dariku, tapi, dia lebih mampu dan siap menghadapi kehidupan selanjutnya ketimbang diriku yg banyak ragu ini. Hmm


Tepat seminggu lalu, Ibuknya menyematkan cincin dijemariku yg disaksikan oleh Ibukku. Perlahan raguku sirna, ketika Ibuk bilang "Arinal baik woh". Semoga demikian.


Baiklah, teman-temanku. Doa baik untuk kalian semua, dari aku, maaf jika kabar baik ini tidak sampai pada hati kalian, sehat-sehat yaaa 🌻


Selamat ulang tahun Ka, Terima kasih, sudah bertahan sejauh ini. Menerimaku, dan membawaku dalam kehidupanmu yg semoga akan baik-baik saja.

"Yok semangat, yok. Biar ndang rabi " Wkwkwkwk


*pura-pura ketawa emang cape beud dah, palagi pura-pura sayang. Eheee







Komentar

Postingan Populer