Menjadi Dinda dan Rey? Nggak usah lah yaaa

Sudah tiga hari ini, sosial media ramai membahas tentang pernikahan Dinda dan Rey, dan itu seliweran di temlen kesayanganku. Betewe siapa sih mereka? Yaaak betul, ternyata si Dinda ini adalah artis sinetron, saya baru tahu. Terus Rey Mbayang-mbayang semu ini siapa? Ya embuh, wkwkwk.

Pernikahan mereka, menjadi inspiratif bagi perempuan-perempuan yg hendak segera menikah dg alasan menjaga kehormatan. Menjaga kehormatan apakah hanya dg menikah? Lalu ingin menikah karena sudah lelah belajar atau bekerja, lha, mbok kira setelah menikah ki apa ga tambah banyak belajar? Bekerja?

Hmm, tidak begitu juga kali gais. Banyak hal positive yg menarik, yg bisa kalian lakukan sebelum menikah, termasuk menyenangkan diri sendiri. Sebab, menikah bukan hanya untuk dua atau tiga hari saja, tapi selamanya gais. Selamanya.

Dari pernikahan yg tiba-tiba dan dikemas sedemikian indah nan romantis itu, akhirnya beberapa orang menginginkan hal seperti itu terjadi kepada mereka.

Beberapa dari teman-temanku tercintah, juga ikut merayakan pernikahan tersebut, dengan mengunggah fotonya dan ber-caption begini "jodoh terbaik, semoga aku juga bisa seperti ini". Wkwkwkwk, hellow, hei. Tapi yaa, ngga apa-apa sih ya, namanya juga doa. Tapi rada gimana gitu. Ya masa si, pernikahan mereka jadi patokan untuk kita menikah nanti. (((Kita)))

Tahukah kalian, mbok ya sadar gitu lho, iya kalau ngga ditinggal pas sayang-sayangnya. Kalau ditinggal? Wkwk. Buat modelan kek kita, eh saya doang kali ya? Mau menikah seperti Dinda dan Rey, yakin? Lha wong move on aja masih keteteran, wkwkwk. Belum lagi, sudah tidak terlalu beruntung, tidak good looking, tidak ada yg dihutangi, terus pengen banget pernikahannya kek Dinda ? Wkwkwk, teleque minthi.

Maunya sih ngga peduli, tapi jiwa ngomel saya tergugah. Ditambah murid perempuan sampai kirim pesan begini "Buk, kapan sekolah? Rasanya saya mau nikah aja, capek di rumah" hmm hmm hmm

Lalu mereka mendambakan akan datang lelaki baik, sholeh, tampan nan kaya yg kelak akan mempersunting mereka. Hoooey, rek, mbokya belajar dulu, cintai diri sendiri, tulungi ibumu beberes rumah. Kok yha roba rabi aja yg dipikirin. Mo nangis rasanya, gagal bengok-bengok didepan kelas. Hiiih

Setelah ngomel ginikan agak lega, dan please, jika patokan menikah kalian adalah mereka yg memantaskan diri hanya demi, demi. Bukan karena sayang diri sendiri, Yhaaa, terserah siii.

Baru aja ni baca twit dari mba Kalis "Padahal kamu ga perlu memantaskan diri buat menjemput jodoh. kamu boleh jadi dirimu sendiri, dengan cita-cita dan nilai/prinsip hidup yang kamu hormati dan kamu hanya perlu bertemu dengan pasangan yang cocok dalam komitmen buat bertumbuh bersama-sama" nah ini, baca.  Twit ini mampu merubah mood  setelah ngomel di atas tadi.

Baik, perlu kalian ketahui, bahwa real life kita tidak seindah rang-orang yg selalu terlihat bahagia dan kaya seperti Selebgram kesayangan kita. Yha, tapi, semoga keberuntungan senantiasa membersamai kita. AAMIIN.

Tertanda, saya, bucin Sholihah yg selalu merindukan Kasihnya.


Bonus, kembang kuning yg ngga cantik-cantik amat.

Komentar

Postingan Populer