Jadi, yakin mau menikah usia dini?

Malam ini, pestanya begitu meriah hingga kami harus bertempat dikediaman mempelai, tidak seperti tamu lainnya yang menempati meja tamu. Tiba-tiba pengantin menghampiri kami, salaman dan memberi pandangan yang penuh dengan makna.

"Hai apa kabar, jiwa dan ragamu" tanyaku sembari tersenyum "baik, Buk" jawab mempelai yang hampir menetes air matanya. Suasana bahagia sangat terasa, dimana semua teman-temannya memberi ucapan selamat, berfoto bersama, dan tentunya hadiah berupa amplop yang ngga seberapa. Ya namanya anak sekolah, yang penting ikhlas dan datang. Rasa-rasanya jika hanya memberi doa kepada mempelai sudah bukan menjadi bagian yang diharapkan, ada harapan yang lainnya. Apa itu? "Amplop, kado dan tentunya dukungan moral"

Tanpa disadari, saya melihat beberapa prilaku mereka yang belum siap. Saling mengumpat, tidak mampu menghargai orang tuanya dan yang lebih parah mereka hanya menjadi bahan omongan para tamu. (ghibah)

Menikah adalah keinginan setiap makhluk hidup, kecuali Robiatul Adlawiyah sufi perempuan yang sangat mencintai Allah, tak ingin menduakan Tuhannya dan memilih untuk beribadah tanpa menikah semasa hidupnya.

Tuhan memang menciptakan hambaNya dengan berpasang-pasangan, seperti manusia pertama Adam dan Hawa kemudian menjadi manusia yang selalu merindukan ketika berpisah. Tapi itu pilihan lo yaa.

Menikah juga menjadi salah satu sunnah Rosulullah, bagi siapa saja yang sudah merasa siap dan tentunya sudah punya pasangan. Heuheu

Menikah menjadi hal yang paling penting dalam proses hidup, saya belajar banyak dari murid-murid, saudara, sahabat, teman, mantan yang ditingal rabi  dan tetangga saya. Menikah menjadi barang wajib bagi keluarga yang sudah tidak sabar menginginkan menantu untuk menambah anggota keluarganya.

Lalu, kenapa saya belum menikah diusia sekian? Kapan-kapan saya tulis di hal selanjutnya.

Ki, menikahlah dengan baik. Pesan kepada mempelai yang kebetulan adalah murid saya sendiri. Di usia yang sama-sama masih 16Th, membuat saya kurang percaya diri. Padahal, semua sudah direncakan oleh Allah, apalagi perihal jodoh. Tidak seperti saya, yang putus di usia 16Th, karena doi cium pipi saya. Pipi doang padahal, tapi kalau belum jodoh mah mau cium apa juga ga bakalan jodoh. Wkwkwk

Menikah di usia muda itu sah-sah saja, apalagi jika diniati ibadah, dan menghindari zina. Hmm, tapi, ada suatu hal yang benar-benar belum siap menurut saya. Kalian tahu apa? Ya, emosional, tubuh, dan materi.

Emosional yang belum matang, bisa saja membuat pasangan muda menjadi sering berseteru berebut benar, lain kasus jika salah satu pasangan mampu meredam perseteruan tersebut dan memilih berdamai seakan B aja.

Tubuh, bahwa usia 16 tahun adalah masa pertumbuhan. Maka jika dia hamil, akan ada pertumbuhan yang kurang sempurna. Kalian tahu, perempuan kerap kali mendapat kekerasan seksual ditambah alat reproduksi yang belum siap menerima bayi. Anggap saja perempuan dalam mencapai klimaks butuh waktu 10-15 menit, hamil 9 bulan, nifas 60 hari, haidl 7 hari dan menyusui 2 tahun. Hanya orang kuat yang mampu menjalani semuanya, belum lagi melayani suami. Waaaa,

Materi (ekonomi) setelah menikah, katanya rezeki akan bertambah. Benar saja, sebab selain uang dari hasil kerja pasangan muda juga dapat uang tambahan dari orang tua masing-masing. Lalu apakah akan seperti itu terus? Kecuali jika ada kesalingan, saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan.
Belum lagi melihat teman yang seusianya masih asyik bermain, belajar dan menikmati kehidupan tanpa embel-embel ada suami dirumah, anak yang sedang disusui dan satu lagi, mertua galak. Haduhhh

Menikahlah dengan orang yang tepat, walaupun butuh waktu yang tidak sebentar, tapi insyaAllah kalian akan mendapat kesenangan yang lebih, apalagi ganteng dan tajir. Bonus itu mah. Wk

Jadi, menikahlah jika kalian sudah siap. Apalagi di Negara kita sudah ditentukan usia pernikahan adalah 19 tahun, tentunya dengan tambahan perjanjian Pranikah yang menjadi salah satu syarat untuk menikah. Untuk apa coba? Untuk mengurangi pernikahan yang hanya main-main, mengurangi kasus perceraian dan tentunya janda dan duda muda yang selalu jadi bahan rasan-rasan tetangga. Wkwkwk
Saran saya, diusia berapapun (diatas 19th) selama kalian siap, maka lakukan sebelum ditikung. Wkwkwk. Sebab menikah bukan perihal ngewe aja, ada dua keluarga juga yang harus kita jaga kehormatannya, melanjutkan hidup dengan dengan keadaan yang berbeda (kehidupan nyata)
Dari Kiki, kita belajar banyak. Mari, doakan supaya menjadi pernikahan yang sakinah, mawaddah wa rohmah. Aamiin.

Siapa yang mau menyusul selanjutnya? jangan dulu reeeek, selesaikan aliyahnya!!!

Bonus gambar kucing yang romantis dan siap kawin usia 9 bulan.

Komentar

Postingan Populer