Merayakan Hari Guru

25 November 2019 lalu, hampir semua orang menulis tentang ucapan Selamat Hari Guru , termasuk Mba Lulu yang tiba-tiba mengirim pesan "selamat hari guru" dan dihadiahi semangkuk mie ayam spesial pakai bakso yang dibuatkan oleh Pak Wawan, ah betapa istimewanya hari itu.

Gawaiku pun penuh ucapan dari yang lain, Kak Ira, Anak-anak, Gempal, Sepupu dan Teman lainnya sembari menunjukkan kabar pidato dari Mas Nadiem (Mendikbud). Program Mas Nadiem ini keren sekali, beberapa hal yang beliau sampaikan juga sudah saya lakukan walaupun tidak sesuai harapan. wkwkwk

Semoga perayaan hari guru ini bukan hanya retorika saja, besar harapan saya semua guru bisa kolaborasi dengan berbagai pihak dengan baik. sebab, siapapun muridnya mereka adalah guru.

Sebenarnya cita-cita menjadi guru tidak masuk dalam catatan saya, menjadi guru tidak semudah yang terbayang. Waktu sekolah dulu, saya bukanlah murid yang patuh dan baik pada aturan sekolah, seperti mana anak nakal biasanya, bolos dan tidur dikelas juga menjadi hal yang lumrah saya lakukan, hanya satu, saya tidak pernah membantah perintah guru apapun hukuman yang diberikan.

Walaupun kesukaan disaat sekolah adalah tidak ada guru, gurunya rapat dan class meeting. Barangkali, saya bisa menjadi seperti ini juga karena salah satu doa beliau yang terkabul, atau ini adalah kutukan berupa keberuntungan, atau ini titisan dari Kakekku yang berprofesi menjadi Ustad kampung yang memiliki ilmu luar biasa? tapi kenapa harus saya, yang dulunya malas belajar? apakah ini yang disebut hikmah? hmmm, apapun saya hari ini yang jelas Ibuk sangat senang dengan profesi sebagai guru, semoga tidak berubah. aamiin

Menjadi seorang Guru adalah profesi yang mulia, namun lebih dari itu ada keikhlasan yang luar biasa, kasih sayang yang tiada duanya dan menjadi sosok yang produktif. Begitulah Bapak Ibuk guru yang kukenali dulu, terima kasih kepada Pak Ilyas, Ustad Halili dan semua guruku yang senantiasa menjadi inspirator bagi semua orang, terlebih untuk saya pribadi.

Selain guru disekolah saya juga menemukan di kehidupan sosial, salah satunya adalah petani yang tabah.

Selamat hari guru, untuk semua guru didunia.

Kemarin, gempal mengirimi sebuah puisi lewat pesan. Begini isinya, 

Keteduhan yang selalu terpancar
Mendamaikan hati yang selalu gusar
Berkecamuk dalam pusar
Terbelenggu pada waktu asar

Bibirmu bicara
Menyejukkan jiwa yang kelam aba aba

Diam yang mati
Menjadikan hati bak tersayat belati
Menjadi inspirasi 
Dari setiap insani

Menjadi pelipur lara
Bagi jiwa jiwa yang kelam aba aba

Kasih sayangmu pada manusia
Menjadikanmu sosok yang mulia
Kau berikan semua pada mereka
Bait-bait doa akan tercurah untukmu jua

Terima kasih, Pal.

Perayaan ini sudah berakhir, sampai jumpa di perayaan tahun yang akan datang, semoga ada kejutan-kejutan menyenangkan lainnya untuk semua guru, terutama di Indonesia.

Selain ucapan "semangat, terus bergerak" dari Inay, kujuga mendapat kiriman tulisan ini. Terima kasih Ka,  sudah menjadi diri kamu sendiri dan sudah memberikan keluangan waktu untukku berekspresi tanpa batas. 

Aku sedang memikirkan puisi paling indah untukmu.
Dimana diam-diam dia berupa bunga, yang kau tak tau itu puisi.

Aromanya kau hirup, tak sadar bahwa ada rasa rindu merupa dibalik siur-siurnya.

Banyak diam-diam, dia bersembunyi dibalik do'a yang panjang.


Dan untuk yang membaca ini, You are a beautiful powerful being, capable of so much.

Komentar

Postingan Populer