Cantik itu, saya~



Bagaimana kabar hati kamu? Semoga saja baik. Sebaik Hubungan kamu dengan dia. cieee.

Lama sekali tidak curhat di dinding blog yang tidak bermutu ini. Tapi saya berharap kamu mau baca sih. He he he

Akhir-akhir ini, saya semakin mencintai diri saya sendiri. Betapa tidak, dari cermin terkadang saya melihat ujung kepala sampai ibu jari sambil berkata, "Cantik ternyata. Betapa lengkapnya tubuh ini". Saya mengatakannya berkali-kali  sambil mengucap syukur.

Terlepas dari itu, saya juga adalah salah satu orang yang di beri kelebihan oleh Tuhan, yakni awak gantungan yang kata orang-orang selalu pantas dan serasi saat menggunakan pakaian. Tapi saya mengenakan pakaian bukan agar dilihat orang bagus yaaa. Apa yang saya pakai adalah yang ternyaman. Sudah itu saja alasannya. Walaupun, kadang ada yang bilang, "Ih bajunya itu-itu terus.” So what gitu?

Hadeeeuh, lagi. OMONGAN ORANG. Hellow. . . Perempuan tidak seharusnya melulu menjadi objek, Camkan itu. Camkan itu yang. Yang? Yang? Sayang?.

Repot ga sih jadi perempuan? Repotlah. Apalagi jika sudah usia 25 tahun belum menikah. Aduh itu omongan netizen budiman, apalagi keluarga kita.

Sumpah, saat seperti itu saya merasa cuma punya Tuhan dan kamu yang belum juga kasih kepastian. Lara nggak sih? Nggak juga sih.

Seperti kata KH. Quraish Shihab, "Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah sebuah keselamatanmu. Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan.”

Masya Allah. Ini adalah petuah yang mengademkan hati saya. Dan kamu tentunya. Apalagi, saya yang biasa aja kek gini (biasa di luar). Apa kata tetangga? He he he.

Jadi buat teman-teman yang selalu di ajukan pertanyaan macam, "Kapan nikah? Kok belum lulus? Kok kurusan? Kok gendutan? Kok belum punya momongan?," jawab dengan senyum. Nanti  orang macam ini akan mati dengan sendirinya. Ha ha ha… Ini bercanda loh. Siapapun berhak bertanya. Soal jawaban itu terserah kita.

Lagi-lagi, perempuan selalu menjadi bahan utama, Untuk laki-laki, kapitalis, dan bahkan sesama perempuan.

Contohnya adalah perempuan yang tidak pandai berhias. Saya rasa, perempuan tidak berhias itu ada tiga alasan. Pertama, memang tidak suka berhias (natural). Kedua, behias seperlunya. Ketiga, tidak mampu membeli weraket perempuan yang harganya hmm hmm hmm…

Dan hal tersebut ternyata menjadi bahan obrolan juga,“Mbok ya dandan gitu lo. Perawan tuh.” Adalagi  yang berkata, "Ih perempuan kok ga bisa pake eyeliner." Hadeeeuh.

Kadang-kadang emang iya,. Tapi baiklah, saya akan menjawab agar kayak ukhtea-ukhtea, "Maaf ya. Saya berhias hanya untuk suami saya.” Diam pasti. Padahal mah, saya harus terlihat menarik di mata siapapun. He he he…

Membahas tentang perempuan emang selalu menyenangkan.

Saya pun suka, melihat perempuan masa kini yang keren-keren warbiasyah. Dari Ibuk Sholihatin, Ibuk Sri, Ibuk Susi, Mba Nana, Mba Kalis, Kak Dian, kak Iraa, Ning Nik, Ning Fierdha, Teh Ralin, Maudi, Diana dan perempuan hebat lainnya. Mereka semua mewakili kita sebagai perempuan yang membawa perubahan, dan tentunya penuh cinta.

Sekali lagi, Bukan ingin lebih unggul dari laki-laki. Tapi ya, karena perempuan itu sendiri ingin berdaya dan selalu ingin belajar.

Demi apa coba? Demi masa depan kamu yang lebih baik. Tentunya dengan jalan yang berbeda-beda.

Sedang cantik itu apa? Cantik itu saya.

Ya. Sejak saya mencintai diri saya. Saya semakin tidak mempedulikan omongan orang lain atas nama penampilan dan sikap. Saya yakin, semua orang selalu memakai topeng di hadapan orang lain. Lalu apa salahnya jika saya bersikap atas kehendak saya sendiri. Selama itu tidak merugikan orang lain dan tetap patuh terhadap ajaran agama.

Seperti kata Taylor Swift, "Just be your self, there is no one better".

So. Make your happiness, guys.

Hiduplah dengan baik. Perempuan tidak sepatutnya bodoh. Mari mencintai diri kita sebaik mungkin, kemudian orang lain, juga alam sekitar. Maka tak perlu pujian cantik, kamu sudah cantik sejak dalam pikiran juga perbuatanmu.

Next time, saya sambung lagi tentang Cantik itu, saya. Kekasih saya berpesan, "Ambil yang baik-baik. Yang jelek buang". Ih, Suami-able banget.

Tertanda,
Saya, calon ibu dari anak-anakmu.

Komentar

Postingan Populer