Konflik emang selalu begitu ~

Selamat siang teman-teman yang membaca tulisan kurang jelas ini.
Siang ini ruang guru sepi, cuma ada saya, kipas angin dan tumpukkan buku tugas milik guru lain. Ngantuk euy . .

Hari ini jam pertama saya di MTs kelas 8.b, masih ngisi pelajaran yang sama Ips bab 4 "konflik sosial dan integrasi sosial". Anak-anak di kelas lumayan memperhatikan walau tidak semuanya fokus, emang kadang-kadang itu tergantung sama gurunya juga si. Saya sedang tidak pakai tasmak selain malas juga pegel, jadi ngajarnya jalan-jakan keliling kelas. Biar apa? Biar mereka mau dengerin aku, didengar emang lebih enak kadang dari pada mendengar. Iya ngga si? Hhahaha

Oke kembali ke pelajaran, tidak hanya muridku. Pasti kalian juga pernah berkonflik? Konflik banyak macamnya dan cara penyelesaiannya juga beda-beda. Bahkan waktu juga bisa menyelesaikan. Bhahaha

Well, apa sih konflik yang pernah kalian alami dan bagaimana penyelesaiannya? Tanyaku kepada murid-murid yang mulai antusias memperhatikan. "Banyak buk! kalau berantem sama pacar saya, apa termasuk konflik" celetuk salah satu murid laki-laki yang kemudian disusul tawa oleh teman-temannya pun saya. "Boleh, itu termasuk konflik juga kok" jawabku. Ya kan konflik itu percekcokan, perselisihan, pertentangan dan marahan. Iya kan? Hmm

Baiklah, konflik emang selalu memacu adrenalin yang mampu memangkas apapun dari waktu, uang, cinta, pertemanan dan harapan yang pada akhirnya tidak menemukan titik temu yang kemudian pakai senjata ampuh "waktu akan menyelesaikan semua" begitulah kiranya. Bicara konflik, sekarang ini banyak sekali konflik yang terjadi. Di dunia, indonesia, keluarga, pertemanan, percintaan sampai pada pekerjaan bahkan pada diri sendiri semua akan menemukan konfliknya masing-masing. Tapi siang ini saya lebih ingin membahas konflik yang ringan, contohnya konflik yang di tuliskan oleh murid-murid saya dikelas. Rata-rata konflik mereka masih soal bertengkar dengan temannya perkara tidak sependapat, jail dan saling mencurigai. Mereka menulisnya dengan lugu dan penyelesaiannya juga beragam ada yang cuek, ada yang termehek-mehek, ada yang merasa bersalah ada juga yang ga mau ngalah alias merasa benar atas konflik tersebut. Ada tulisan yang menarik dari mereka "kemarin aku berkonflik dengan pacar saya karena dia cemburu dengan teman saya, solusinya kami bertemu dan baikan" ini salah satu yang mereka contohkan, ah semudah itu mereka menyelesaikan konflik. Nah saya, ndadak nangis kepikiran, diare dan makin bokek. Weleh konflik kita berbeda ternyata Nak, tapi tak apa. Kerana konflik juga kita makin kuat, makin tabah, makin dewasa dan makin kurus. Syukuri aja, semua ada hikmah-Nya. Aamiin

Lepas dari segala konflik, semoga kita Memang hamba-Nya yang senantiasa baik dan flexible dalam menerima hal apapun.
Dan perlu di garis bawahi, bahwa kita akan menemukan konflik-konflik yang lain diwaktu yang berbeda.

Saya ada tips yang sekiranya bisa mencegah atau mengurangi konflik,
1. Jaga sikap terhadap orang lain
2. Jadi pendengar yang baik
3. Bicara yang baik dan perlu . ya kalaupun mau ghibah silahkan tapi harus banyak istighfar setelahnya. Hhhhh
4. Tidak memusingkan lelaku orang lain
5. Positive thinking, Husnudzon dan Rendah hati
6. Tidur, makan, minum, dan boker teratur
7. Bayar hutang jika mampu
8. Jalan-jalan untuk membahagiakan diri setelah berkonflik
9. Saling menghargai, menyayangi supaya dianggap manusia
10. Terakhir, jadilah Pemaaf yang mau meminta maaf dan Ingat Tuhan maha baik
Semoga berfaedah ya :)
Potrek kelas 8.b yang selalu berkonflik hanya gegara salah lirik lagu dan mereka akan berteman kembali jika salah satunya mengalah.

Love you so my world "student be humble"

Komentar

Postingan Populer