Ips akan selalu baik :)

Pagi ini kuterlambat 30menit sengaja sih . karena KBM sedang tidak aktif. Kegiatan agustusan sudah berlangsung 3hari ini yang di akomodir oleh osis, tiba di halaman,  kepala sekolah sedang berdiri memberi arahan untuk siswa siswi. Jalan menunduk kerana malu datang terlambat padahal mah 😁

Usai mendapat pengarahan anak anak dibubarkan menuju kelas masing masing dan mempersiapkan untuk gerak jalan , langkahku pun tak kalah semangat dengan anak anak . Segera ku bergegas menuju kelas X ips untuk meminta mereka baris , aku senang melihat penampilan mereka pagi ini . Fresh tanpa gincu tipis di bibirnya polos sepertimana siswi lainnya, aku tersenyum dan mereka berkata "gimana buk? Pucet ya bu ?" Aku hanya menggeleng dan mengacungkan jempol.
3hari terakhir ini aku selalu mendapati laporan guruguru , "buk anaknya kari nakalnakal yo". Lagi lagi aku hanya bisa tersenyum dan tarik nafas panjang sembari bicara dalam hati "lantas mengapa?"
Tak ada murid nakal, yang ada guru harus menyayangi betul sang murid dan mendoakan yang terbaik tentunya kerja sama dengan orang tua dirumah.

Kali ini aku meminta mereka untuk mengurangi penampilan yang tak pantas ketika sekolah dan mereka menuruti, itu sudah cukup membuatku bahagia di tambah mereka mau mengikuti gerak jalan dengan tidak terpaksa.
Kupandangi, mereka anak anak yang baik dan masih bisa diarahkan.
Hari ini osis mengadakan lomba futsal , putra memanggilku " buk , anak muridnya lomba kok ga di dampingi. Support atau belikan es gitu " aku tertawa " nanti lomba futsal, dukung ya" tambahnya, aku hanya mengangguk dengan cepat.
Senangku bertambah, mereka butuh aku atau kerana aku wali kelasnya. Hikhiks
Satu jam kemudian osis memintaku untuk membantu mengondisikan anak anak kehalaman belakang untuk turut memeriahkan futsal pagi ini, akupun segera bergegas mengikuti mereka. Anakanak kelasku sedang berkumpul menentukan strategi , kebetulan sekelas dua tim. Aku menghampiri bertanya kesiapannya dan berpesan "yang sportif lo ya mainnya , jangan berantem rukun pokoknya" mereka setuju kecuali putra , niwan dan rizky. "Kalau mereka yang mulai dulu gimana buk? Masa mau diem aja" cetus putra yang tempramen, "hmm, masa gitu aja emosi" candaku. Akhirnya mereka sepakat untuk tidak membuat onar.

Permainan berlangsung seru, dengan komentator lucu tapi ga jelas aziz namanya siswa kelas XI ipa. Aku duduk tepat di sampingnya, sambil meneriaki memberi dukungan untuk kelas X ips. Permainan mulai menegangkan gegara ada yang hampir jatuh kerana tersandung kaki lawan, aku tidak begitu melihat jelas tetiba terjadi keributan dan aku hanya tertegun kearah mereka. Ternyata putra, ya putra yang terkena pukulan dari kakak kelasnya. Semua riuh bubar emosi dan saling menyalahkan dan aku tetap diam. Dengkul ku rasanya sudah tak kuat berdiri, ingin menangis tapi malu. Kerumunan didepan kantor kepala sekolah, putra dan niwan sudah didalam menyusul kemudian Rudial mereka langsung di panggil kepala sekolah. Aku dan buk ari mendampingi selaku wali kelas. Ini kali pertama dalam hidupku, "harus bagaimana aku" gumamku yang sedang bingung dan tak enak hati. Mereka berdamai dengan berjabat tangan? Tapi bagaimana dengan luka hati mereka?

Aku belajar banyak dari kalian hari ini, walau pada akhirnya tidurpun dadaku terasa sesak.
Selamat berlibur nak, lekas sembuh dari sakit hati kalian masing-masing 💛
Kupersembahkan tulisan ini untuk anakanak baik kelas X ips, maafkan orang yang tak pandai mengungkapkan ini nak ~

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer